Pilkada 2020, Joni Ikwal: Warga Pessel Perlu Waspadai si Raja Sawer

Pilkada 2020, Joni Ikwal: Warga Pessel Perlu Waspadai si Raja Sawer

JAKARTA - Jadi politisi zaman now, harus punyo pitih. Banyak pitih banyak pemilih, sehingga muncul politisi si Raja Sawer, tebar-tebar pesona melalui tebar-tebar pitih. 

Dalam pikiran si Raja Sawer, pitih banyak, banyak dunsanak. Sehingga terpilih pun nanti dia akan berujar lantang bahwa saya terpilih karano dunsanak kontan ambo, yaitu pitih.

Raja Sawer biasanya seorang oportunis, melihat peluang berdasarkan peluang uang, uang yang ditebar dan uang yang akan didapatkan.

Gerak-gerik oportunis sangat mudah terbaca, biasanya dia loncat sana loncat sini, belum selesai suatu jabatan atau amanah, dia akan loncat lagi ke jabatan lain sekiranya jabatan itu akan memberikan manfaat lebih bagi pribadinya. 

Pemimpin oportunis ini jauh dari kata "punya malu" yang ada dalam pikirannya adalah "Saya punya mau" dan "saya mampu."

Dia lupa kalau ada ribuan orang atau bahkan ratusan ribu orang yang menghantarkan dia pada posisi sekarang, menghantarkan dia jadi pemegang amanat rakyat. Setelah amanat itu dipegangnya, dan mendapatkan tawaran yang menurut pandangan dia menguntungkan pribadinya, dia tinggalkan begitu saja, sehingga aspirasi masyarakat yang dititipkan kepadanya dia tinggalkan juga, bahkan pemegang aspirasi itu bisa berpindah kepada daerah lain, menyedihkan sekali.

Tapi bagi pemimpin oportunis harapan masyarakat hanya seumpama debu, para pendukung, dan pemilih tak obahnya sebuah "Ganja batu", Mobil berangkat batu terlupakan, tergeletak di jalan, tak ada harga, selain hanya sebongka batu.

Beda dengan seorang negarawan, politisi sejati yang mendorong kehadirannya dalam masyarakat karena kewajiban dari rasa tanggung jawab terhadap masyarakat yang berharap perobahan nasib dan kehidupan, lahir dari rasa tanggung jawab untuk memberdayakan masyarakat dari ketertinggalan, dari keterbelakangan, serta dari kebodohan karena ketidakmampuan mengakses pendidikan, dan ekonomi.

Pemimpin sejati mengedepankan partisipasi seluruh masyarakat, sehingga ada kegembiraan dalam membangun karena di setiap hati merasakan keikutsertaan. 

Pemimpin sejati tidak akan meninggalkan kawan seperjuangan, apapun itu perbedaan dalam perjalanan kekuasaan, dia akan menganggapnya suatu dinamika yang mendewasakan.

Perbedaan tidak akan menciptakan dendam, apalagi sampai melakukan pembunuhan karakter dengan cara-cara di luar nalar. Hal ini tak akan pernah ada dari seorang pemimpin sejati yang secara sadar atau tidak sadar dia adalah panutan dan tauladan bagi rakyat yang dia pimpin.

Momentum pilkada adalah momentum perubahan, memilih seorang pemimpin adalah memilih perobahan ke arah yang lebih baik. Mau berubah, harus berani menentukan pilihan, jangan sampai masa depan tergadaikan kepada si Raja Sawer cuma karena selembar kertas yang dinamakan pitih, duit, uang, kepiang, dan apapun itu namanya.

Berani beda berani berubah, perbedaan adalah dinamika demokrasi yang menghantarkan kita kepada pemimpin asli bukan pemimpin yang tebar-tebar pesona dengan berbagai wajah.

Banten, 8 September 2020

Joni Ikwal
Pengamat Politik, Aktivis, Pemerhati Sosial 

PESSEL SUMBAR
Suharyadi, S.Pd

Suharyadi, S.Pd

Previous Article

Yusdardi Adnan: Ada Nuansa Politik dalam...

Next Article

Anggota DPRD Pasaman Beri Bantuan APD ke...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 294

Postingan Tahun ini: 889

Registered: Jan 24, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 222

Postingan Tahun ini: 2140

Registered: Sep 22, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 219

Postingan Tahun ini: 2113

Registered: Feb 19, 2021

Agung widodo

Agung widodo

Postingan Bulan ini: 161

Postingan Tahun ini: 385

Registered: Jun 16, 2021

Profle

F.M. Ali Paser

18 Laptop SMPN 2 Panti Raib Dicuri, Sat Reskrim Polres Pasaman Ringkus Tersangka
Kadis Pendidikan Pangkep Sabrun: Semua Guru Honorer Berpeluang Jadi P3K 2021
Bayi 3 Bulan Ini Terlantar, Gara Gara Dua Ibu Saling Cakar dan Ditahan Polsek Mauk Tangerang
Ridhawati Kecewa, Pasien Sakit Disuruh  Pulang

Follow Us

Recommended Posts

Aliran Air PDAM di Sejumlah Kawasan di Kota Padang Akan Mati Malam Ini, Berikut Rinciannya
Kapolda Sumbar hadiri Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka Serentak di Universitas Negeri Padang 
Polisi Ringkus Pengupak Rumah di Koto Baru Lubuk Begalung Padang
Terminal Anak Air Termegah di Sumatra, Telan Dana Rp70 M Diuji Coba 1 Oktober
7 Atlet Agam PON XX Papua Dilepas dan Diberi Uang Saku oleh Bupati